Wednesday, June 25, 2025

UMKM DESA BIAK


 PENDAMPINGAN PEMASARAN DIGITAL PRODUK UMKM


UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian desa. Melalui program kerja Pengembangan UMKM, kami dari tim Magang Kerja Mandiri Desa Biak berkesempatan mengunjungi salah satu pelaku usaha lokal yang bergerak di bidang Industri kerajinan rotan dan juga mebel. Kunjungan ini membuka wawasan kami bahwa kreativitas dan keterampilan masyarakat desa memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing, bahkan di pasar yang lebih luas.



Dalam kunjungan tersebut, kami mendatangi salah satu pelaku UMKM rotan yang sudah puluhan tahun menekuni kerajinan ini. Menariknya, seluruh proses produksi masih dilakukan secara manual oleh satu orang saja—seorang bapak tua yang tetap semangat berkarya meski usianya tak lagi muda.

Dari tangannya yang terampil, lahirlah berbagai produk rotan seperti kursi, meja, kandang ayam, hingga bedong bayi. Meski sederhana, hasil karyanya memiliki nilai estetika dan fungsional yang tinggi, serta mencerminkan kekayaan budaya lokal yang patut dijaga dan dikembangkan.

Selain mengunjungi pengrajin rotan, kami juga berkesempatan mewawancarai salah satu pelaku UMKM di bidang mebel, yaitu Bapak Asri Pago. Beliau telah menjalankan usaha pembuatan mebel ini selama kurang lebih 10 tahun. Dalam kesehariannya, beliau mengerjakan berbagai pesanan furnitur seperti kursi, meja, dan lemari secara mandiri, tanpa bantuan karyawan.


Menurut penuturan beliau, jumlah hasil kerja dalam sebulan sangat bergantung pada banyaknya pesanan yang masuk. Sebagian besar pelanggan merupakan warga lokal dari Desa Biak, sehingga pemasaran produknya masih terbatas pada lingkungan sekitar.

Meskipun dijalankan secara sederhana dan sendiri, usaha ini tetap bertahan dan terus berjalan berkat ketekunan dan keterampilan yang beliau miliki. Hal ini menunjukkan bahwa semangat wirausaha dan potensi lokal seperti ini patut mendapatkan perhatian dan dukungan lebih lanjut agar bisa berkembang ke pasar yang lebih luas.

Melalui kunjungan ini, kami semakin menyadari bahwa potensi usaha lokal di Desa Biak sangat besar, namun masih memerlukan dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam hal pemasaran dan pengembangan keterampilan.

Sunday, June 15, 2025

DESTINASI WISATA

 SEJARAH WISATA PERMANDIAN SANDAKAN DESA BIAK









Permandian Sandakan merupakan salah satu destinasi ekowisata andalan desa yang menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal. Nama "Sandakan" sendiri berasal dari kata "Monsandak" dalam bahasa daerah setempat, yang berarti "mengikuti arus sungai". Dahulu, sungai ini menjadi jalur utama masyarakat ketika pergi ke kebun atau melakukan aktivitas sehari-hari, dengan cara menyusuri arus air.

Permandian ini mulai dibangun pada tahun 1992 sebagai tempat rekreasi alami bagi warga sekitar. Seiring waktu, terutama sejak tahun 1996, Sandakan berkembang menjadi lokasi wisata favorit, baik bagi penduduk lokal maupun pengunjung dari luar daerah. Uniknya, perkembangan dan popularitas Sandakan sebagian besar terjadi secara alami lewat promosi dari mulut ke mulut, berkat pengalaman menyenangkan para pengunjung yang menceritakan keindahan tempat ini kepada orang lain.

Lokasi dan permandian wisata sandakan terletak di Desa Biak , Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Wisata permandian sandakan, desa biak bisa di tempuh sekitar 15 menit dari dalam kota luwuk menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. status sebagai destinasi wisata permandian sandakan merupakan salah satu dari lima destinasi wisata di kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Povinsi Sulawesi Tengah yang dapat di singgahi dalam sehari. Tempat ini dikenal  sebagai objek wisata yang mudah diakses dari pusat kota luwuk. Konteks wilayah untuk memahami sejarah yang lebih luas dari wilayah ini, penting diketahui bahwa kecamatan luwuk adalah ibu kota Banggai yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan dari Kabupaten Banggai.

Selain dari indahnya alam yang ada di wisata permandian sandakan yang bisa di nikmati dan segarnya aliran sunggai yang ada dan suasana alamnya yang tenang dan sejuk. Terdapat juga makanan khas setempat yang sangat di gemari, yaitu onyop makanan tradisional berbahan dasar sagu yang memiliki rasa unik dan pendampingnya kua asam yang gurih dan enak dan menjadi makanan favorit para wisatawan setiap berkunjung di permandian sandakan 





Informasi mengenai sejarah, perkembangan, serta daya tarik permandian sandakan, termasuk asal - usul wisata permandian sandakan dan makanan khas wisata tersebut. Di peroleh melalui wawancara lansung dengan pemilik wisata, yaitu Drs. H. Basri Sono, pada tanggal 13 Juni 2025 oleh Mahasiswa Magang Kerja Mandiri angkatan XVIII.




Selain itu, tambahan informasi mengenai pengalaman dan kesan pengunjung di dapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa wisatawan pada tanggal 15 Juni 2025.














UMKM DESA BIAK