Pada awalnya Desa Biak bernama MINANGA. Kata Minanga berasal dari
Bahasa Saluan yang mengandung pengertian satu kawasan atau daerah disekitar
tempat pertemuan antara air sungai dengan air laut.
Bila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia, kata Minanga dalam
bahasa Saluan mengandung pengertian yang sama dengan Muara atau secara singkat Minanga berarti Muara.
Konon menurut cerita orang-orang tua, daerah yang pada saat ini
bernama Desa Biak awalnya bernama Minanga. Penamaan Minanga diilhami karena
adanya aliran sungai berair jernih dan pada bagian muara airnya cukup dalam.
Oleh karena airnya yang jernih serta muara yang dalam , maka tempat ini banyak
didatangi orang dari berbagai tempat dipedalaman dan selalu disinggahi orang
yang bepergian lewat laut untuk mengambil air, dan mulai saat itu oleh
masyarakat yang telah tinggal tetap maupun masyarakat yang sekedar datang atau
singgah mengambil air menyebut tempat ini dengan nama MINANGA BIAK.
Karena banyaknya orang yang datang atau singgah maka lambat laun
nama Minanga Biak sudah tersebar dan terkenal diberbagai tempat, dan orang yang
telah menetap di daerah ini menyebutnya Kampung Minanga Biak.
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, sedikit
demi sedikit sebutan Minanga mulai dilupakan orang dan mereka tinggal
memberikan nama daerah ini dengan sebutan
Kampung BIAK.
Hal itu disebabkan karena adanya tiga hal yang menarik masyarakat
untuk memberi sebutan daerah ini dengan
nama Biak, yaitu.
1. Menurut cerita orang tua-tua bahwa penduduk yang pertama-tama mendiami
daerah ini adalah orang suku Saluan yang berasal dari suatu daerah dipedalaman
yang bernama Biak.
2. Disekitar daerah muara sungai tumbuh sebatang pohon kayu yang
cukup besar dan kayu tersebut dalam bahasa Saluan diberinama Kayu Biak.
3.
Disepanjang pinggiran sungai banyak ditumbuhi rumput liar sebangsa
keladi berdaun lebar yang dalam bahasa Saluan juga diberi nama Biak.
Demikianlah hal yang melatar belakangi sehingga daerah yang pada
awalnya bernama Minanga dan pada saat ini bernama Desa BIAK.
Dalam sejarahnya Desa Biak telah mengalami beberapa
kali pergantian pemerintahan, baik ketika masih menggunakan peristilahan kepala kampung sampai dengan
berganti menjadi kepala desa . Masa pemerintahan di Desa Biak berdasarkan
catatan dan penelusuran sejarah telah dipimpin oleh beberapa kepala kampung/kepala
desa baik pada masa pra kemerdekaan, masa setelah kemerdekaan dan sampai dengan
saat ini. Adapaun nama-namna kepala desa yang pernah menjabat/memimpin desa
Biak adalah sebgai berikut:
1. HOLODEN
2. MATTA’
3. HIDI
4. TATU HABISA (DADA’ON)
Nama-nama tersebut diatas adalah yang
memimpin desa Biak dari masa sebelum kemerdekaan sampai dengan awal kemerdekaan
dan di masa orde lama.
Selanjutnya nama-nama yang memimpin Desa Biak
dari awal masa Orde Baru sampai dengan saat sekarang yaitu :
|
NO |
NAMA |
TAHUN MENJABAT |
|
1. |
HAMAT MOH.
NUR |
1970 s/d 1974 |
|
2 |
DAHLAN
AHMAD |
1974 s/d 1975 |
|
3 |
HUSIN MOH. NUR |
1975 s/d 1989 |
|
4 |
ARIPIN AMATAHIR |
1989 s/d 2005 |
|
5 |
IPIN SODEN |
2005 s/d 2010 |
|
6 |
RIDWAN
DJANUN |
2010 s/d 2016 |
|
7 |
SAMSUL
SALUKI |
Agustus 2016 s/d Desember 2016 |
|
8 |
MUSTAFA
SADIQ AHMAD, S.Kom |
Desember
2016 s/d November 2022 |
|
9 |
RISNO HAMZAH |
November 2022 s/d Sekarang |
No comments:
Post a Comment